Era Wozniacki
Intro
Ada banyak alasan menyebut Caroline Wozniacki adalah ratu tenis saat ini. Performa yang terus menanjak hingga membuatnya berpotensi jadi peringkat satu dunia WTA, wajah cantik, dan kepribadian ramah, semuanya membuat petenis Denmark ini semakin mencorong. Berikut sepuluh alasan kenapa Wozniacki pantas disebut ratu tenis Dunia saat ini.
1 Sulit Ditebak
Wozniacki punya aneka ragam pukulan mematikan. Seperti Martina Hingis, ia menggunakan segala macam trik dari kamus teknik yang dimiliki untuk mengalahkan lawannya. Ia pun sulit diprediksi. Ritmenya tak teratur hingga membuat para penonton --termasuk juga lawannya-- berdebar-debar menebak-nebak ke arah mana bola akan dipukulnya. Kita tak akan pernah tahu kemana bola pukulannya mengarah, sampai ketika Wozniacki sendiri yang mengarahkan bola tersebut.
2. Murah Senyum
Wozniacki seperti tak pernah kehabisan energi untuk memberikan senyuman saat di lapangan. Kendati ia sedang terjatuh, kendati kalah dari lawan, petenis berusia 20 tahun ini terus menebarkan senyuman. Foto-fotonya di media massa pun dengan sendirinya selalu menghadirkan wajah cerianya
3. Matang
Di awal karier, kelemahan Wozniacki adalah tak bisa menguasai permainan. Ia seperti selalu ditekan lawan. Kini, ia berbalik jadi penekan di setiap pertandingan. Ia menjelma bagai Serena dan Venus Williams baru yang terus tanpa henti menekan lawan-lawannya.
4. Cantik
Siapa yang menyangkal Caroline Wozniacki punya wajah cantik, dan perawakan yang menarik. Itulah yang menjadi berkah tambahan untuknya. Ia bisa menjadi Anna Kournikova, yang lebih terkenal karena kecantikan ketimbang prestasi. Bedanya, Wozniacki mengimbangi kecantikannya dengan kehebatan di lapangan.
5. Mental Baja
Satu hal yang membuat Wozniacki bisa masuk jajaran petenis elite putri adalah ia punya mental sekuat baja. Di dunia tenis putri yang terkenal dengan sikap 'moody' dari para pelakonnya, punya mental baja adalah sebuah keistimewaan. Ia tak pernah membiarkan 'mood' merusak permainannya.
6. Rekor Gemilang
Wozniacki membuat dunia tercengang ketika tahun lalu melangkah anggun ke final US Open sebelum dihentikan Kim Clijsters. Sejak itu, ia memang sulit ditahan lagi. Rekornya sungguh cemerlang, 35-15 di ajang grand slam.
7. Marketable
Sejak mencuri perhatian di US Open tahun lalu, sejumlah produsen terkenal dunia langsung mengendus bakat mentereng pada diri Wozniacki. Ia pun kontan digandeng Adidas dan Rolex. Dengan nama yang sudah mendunia, dan wajah cantiknya, siapa yang tak akan melirik gadis cantik ini, bukan?
8. Muda
Usianya baru 20 tahun dan ia sudah masuk jajaran petenis elite dunia. Setiap cabang olahraga pasti merindukan hadirnya bintang muda untuk mewarnai, sekaligus sarana promosi. Jika dunia golf merindukan hadirnya Tiger Woods baru, dunia tenis putri bersyukur sudah menemukan Maria Sharapova baru, bahkan mungkin prestasinya bisa jauh lebih hebat dari petenis Rusia tersebut.
9. Model Panutan
Wozniacki tak melulu mengandalkan hidupnya pada dunia tenis. Ia pun tertarik menggeluti dunia fashion, dan konsentrasi juga di dunia pendidikan. Tahun depan, ia berencana kuliah di Universitas Yale mengambil jurusan manajemen bisnis secara online.
10. Agresif
Agresivitas menjadi salah satu tuntutan untuk menjadi seorang bintang. Dan Wozniacki memenuhi syarat itu. Lihat saja, ia tak kenal ampun melibas lawan-lawannya. Petenis harapan Asia Kai-Chen Chang dihabisi hanya dalam 47 menit. Pun petenis sekaliber Maria Sharapova dibikin tunggang-langgang. Wozniacki memang pantas menjadi ratu tenis dunia saat ini. (Tribunnews/den)
Wozniacki Fact
Nama: Caroline Wozniacki
Negara: Denmark
Kediaman: Monte Carlo, Monaco
Tanggal lahir: 11 Juli 1990 (20 tahun)
Tempat lahri: Odense, Denmark
Tinggi: 1.77 m
Berat: 58 kg
Debut pro: 18 Juli 2005
Tunggal
Rekor: 227-88
Gelar juara: 11 WTA, 4 ITF
Rangking Tertinggi: no 2 (22 Maret 2010)
Rangking Sekarang: no 2 (6 Oktober 2010)
Ganda
Rekor: 30-43
Gelar Juara: 2 WTA, 0 ITF
Rangking tertinggi: no 52 (14 September 2009)
Serba-Favorit
Makanan - Tacos
TV Show - "House"
Musik - Mariah Carey
Latihan - Tinju, Renang
Olahraga (di luar tenis)- Sepakbola, basket
Tempat belanja_ New York
Desainer- Armani Exchange, Diesel, Miss Sixty, Louis Vuitton, Gucci
Kosmetik - Proactiv
Raket- - Babolat Aeropro Drive
Sepatu - Adidas Barricade
Aktor - Johnny Depp
Film - Titanic, Wedding Crashers, Lord of the Rings, National Treasure
Turnamen - Wimbledon, U.S. Open, Indian Wells
Petenis - Roger Federer
Pesepakbola - Fernando Torres
Penampilan Nomor Satu
BERTAMBAH lagi deretan petenis modis di kancah tenis putri dunia. Kali ini yang sedang jadi sorotan lantaran peringkatnya terus menapak menuju yang terbaik adalah Caroline Wozniacki. Ia makin menarik untuk diulas karena selalu tampil modis, dan mengasyikkan untuk dilihat.
Maklum, petenis Denmark 20 tahun ini adalah pengagum berat mantan petenis modis asal Rusia, Anna Kournikouva. Ia pun tak ragu sekali-kali meniru Kournikova yang pernah dinobatkan sebagai atlet putri terseksi sejagat itu.
Dalam sebuah wawancara dikutip dari situs 'Fashionspot', Wozniacki terang-terangan menyebut dirinya seorang yang 'fashionable'. Ia memang kerap dijumpai di berbagai acara fashion show, dan jadi pengunjung tetap New York Fashion.
"Bagi saya, penampilan adalah nomor satu. Mengenakan kostum yang menarik bisa membangkitkan kepercayaan diri. Saya beruntung karena dikontrak Adidas, dan Stella McCartney hingga saya punya pasokan kostum spesial yang tak pernah dipakai orang lain," ujarnya.
"Sangatlah penting untuk tampil cantik di lapangan. Setelah merasa nyaman dengan penampilan, baru saya akan konsentrasi 100% di lapangan," ujarnya lagi.
Ia pun mengaku tak sungkan jika disebut sebagai salah satu petenis terseksi saat ini. Penampilannya di US Open lalu misalnya, banyak dikenang setelah ia tampil begitu menggoda dengan cat kuku kuning menyala yang dipadupadankan dengan dalaman bra yang juga berwarna kuning menyala.
"Saya ingin selalu ingin tampil menarik. Apa salahnya dengan itu? Sekarang, fan pria saya pun jadi bertambah," katanya sembari tertawa. (Tribunnews/den)
Latihan Tinju untuk Genjot Stamina
ADA satu resep kesuksesan Caroline Wozniacki yang mungkin bisa ditiru petenis lainnya. Ternyata, untuk meningkatkan kekuatan stamina, kelincahan kaki, dan kekuatan pukulan, ia rutin berlatih tinju.
Tak main-main, untuk memperdalam teknik tinju, ia berlatih langsung pada juara dunia tinju kelas super middleweight, Mikkel Kessler. Keduanya memang sahabat karib, dan sering menonton tinju bareng.
"Menurutku, tinju memang sangat dekat hubungannya dengan tenis. Lewat tinju, aku berlatih untuk meningkatkan kekuatan dan kelincahan kaki. Belajar kuda-kuda agar tak mudah jatuh," ungkapnya.
Melalui tinju pula, katanya, ia berlatih mengerahkan pukulan keras. "Cara mengayunkan raket itu sama dengan memukul ala petinju, yakni memakai gerakan pinggang. Semakin sering aku berlatih memukul samsak dengan benar, semakin terlatih reflek-ku mengayun raket penuh tenaga," katanya.
Di internet, beredar pula video Wozniacki sedang berlatih tinju. Bak petinju profesional, ia memukuli samsak dengan pukulan yang tepat, bertenaga, dan terarah. Ia pun terlihat memukuli punching pad dengan cepat dan teratur.
Berminat jadi petinju 'beneran?' "Haha, yang saya kagumi adalah spirit bertarung seorang petinju. Begitu agresif dan penuh tenaga. Tapi, jika saya disuruh naik ke atas ring, lutut saya pasti sudah gemetar terlebih dulu," katanya. (Tribunnews/den)
Hidup yang bagai Dongeng
CAROLINE Wozniacki sering mengatakan kisah hidupnya bagai sebuah dongeng indah. Bukan karena ia lahir di Odense, Denmark, tempatnya pengarang tenar dongeng anak-anak HC Andersen dilahirkan, tapi karena hidupnya memang penuh kebetulan, dan kejutan yang berakhir dengan 'happy ending', seperti dongeng sesungguhnya.
Ia beruntung lahir dari keluarga yang punya darah biru olahraga. Ayahnya, Piots Wozniacki adalah mantan pesepakbola timnas Polandia. Ibunya, Anna Wozniacki pun adalah pebolavoli nasional Polandia.
Darah biru olahraga itu mengalir deras hingga pada usia tujuh tahun Caroline lebih sibuk memukul bola tenis ke dinding rumahnya ketimbang bermain dengan teman sebaya.
Melihat minat sang anak begitu menggebu, ayahnya pun memasukkannya ke sekolah tenis. Tiga tahun kemudian, pada usia sepuluh tahun, dongeng indah itu pun dimulai.
Ia tampil di televisi Denmark sebagai petenis cilik berbakat. Setahun kemudian, ia diundang pangeran Frederick Andre Henrik Christian yang memang penggila tenis, ke istananya, Frendesborg Palace. Di sana, ia ditantang untuk bermain tenis.
Kemudian hari, mereka jadi sahabat. Bahkan sang pangeran hadir ketika ia menjuarai turnamen Wimbledon Junior dan memberinya hadiah chek perjalanan senilai tiga ribu dolas AS.
Usia 13, ia makin mantap jadi petenis putri Denmark nomor satu. Pada 2009, di usia 19 tahun, ia masuk jajaran elite petenis putri dunia. Sebuah happy ending?
"Saya harap ini bukan ending, tapi starting. Sebuah permulaan untuk dongeng yang indah. Inilah dongeng yang menjadi kenyataan," katanya. (Tribunnews/den)
Jatuh Cinta pada New York
BAGAIMANA cintanya Caroline Wozniacki pada dunia fashion terlihat dari berbagai tulisan di blog pribadinya. Karena fashion itu pula, ia mengaku jatuh cinta pada New York, kota pusat fashion di Amerika Serikat. Berikut cuplikan tulisan Wozniacki di blognya.
Saya paling suka bermain di US Open. Ingin tahu kenapa? Itu karena faktor New York yang jadi kota penyelenggara. Saya sangat suka kota ini. New York adalah tempat favoritku untuk belanja.
Tentu saja, fokusku adalah ke pertandingan, tapi saya selalu mencoba mencuri waktu selama di ini. Dan, saya pikir salah satu hal paling asyik yang dikudapati di sini adalah menghadiri pergelaran fashion bersama Anna Wintour dan Roger Federer.
Saat di New York, saya selalu tinggal di hotel St Giles. Mendapatkan ruangan besar dengan panorama New York yang menawan. Sangat spektakuler.
Sebelum meninggalkan New york, saya melihat dulu Cynthia Rowley fashion show. Busananya sungguh menarik. Ia perancang yang sangat berbakat.
Jadwal saya sekarang adalah ke Tokyo (dimana ia jadi juara, Red), ke Beijing, dan ke Doha. Saya berharap meraih gelar juara di sana, dan bisa menyaksikan pula fashion show. (Tribunnews/den)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar