Kamis, 03 Maret 2011

Pencerahan Vlasic
Intro
Atlet lompat tinggi Kroasia, Blanka Vlasic terpilih atlet putri terbaik 2010 oleh International Association of Athletics Federations (IAAF). Sebuah penghargaan atas perjuangan keras mengatasi frustrasi yang membuat atlet 27 tahun ini nyaris pensiun tahun lalu

BLANKA Vlasic menebar senyuman di Monaco akhir pekan lalu saat menerima piala sebagai atlet putri terbaik tahun ini dari IAAF. Itulah anugerah bergengsi pertama yang ditorehkan atlet asal Kroasia di jagat atletik.
    Bagi khalayak ramai, menyaksikan atlet lompat tinggi berusia 27 tahun itu sumringah bukanlah hal aneh. Terlebih mengingat betapa dahsyatnya prestasi si cantik ini ini --selama lima tahun terakhir ia meraih 93 kemenangan di berbagai ajang atletik internasional.
    Tapi yang tak banyak diketahui adalah, betapa di balik senyumannya, Vlasic sebenarnya pernah meneteskan berliter-liter air mata, dan sempat berkubang dalam frustrasi, terutama dalam tiga tahun terakhir. Sesuatu yang membuatnya nyaris memutuskan untuk pensiun dari arena atletik.
    "Saat saya kalah di Olimpiade Beijing, kemudian kalah lagi di Golden League pada 2008, serta hanya peringkat empat di kejuaraan Eropa, itulah masa terburuk dalam hidupku," ujar Vlasic.
    "Saya benar-benar mengalami krisis psikologis ketika itu. Untuk pertama-kalinya pula ketika itu saya berpikir untuk tak pernah lagi melompat," urainya.
    Banyak yang tak percaya ia pernah punya niatan seperti itu. Bagaimana mungkin seorang perempuan yang seperti ditakdirkan untuk melompat ini --Vlasic pada usia 16 tahun sudah ikut ajang Olimpiade-- akan mematahkan sayap takdirnya sendiri?
    Namun tekanan, dan ambisi untuk menggapai yang terbaik yang tak kunjung jadi kenyataan, kerap jadi bumerang pada para atlet. Itu pula yang terjadi pada Vlasic.
    Pada 2008 ia datang ke Beijing dengan optimisme setinggi langit. Ia memang paling difavoritkan ketika itu. Siapa nyana, di babak final ia terpeleset dan gagal melewati 2.05m, sehingga medali emas pun jatuh pada Tia Hellebaut dari Belgia.
    "Saya sangat stres bahkan sebelum berangkat ke Beijing," kata Vlasic. "Setiap orang seolah menagih saya harus mendapatkan medali emas. Perak memang tak terlalu mengecewakan tampaknya. Tapi jauh di dasar hati saya sangat kecewa."
    Kesialan terus berlanjut beberapa pekan kemudian di Kejuaraan Eropa. Ia kembali gagal. tak tanggung-tanggung, ia bahkan gagal melewati 1.92 meter, yang jauh dari lompatan terbaiknya 2.08m.
    "Emosi saya benar-benar diaduk-aduk. Saya menangis di tengah lapangan disaksikan ribuan orang. Saya tak peduli. Saya merasa benar-benar hancur," ujarnya.
    Beberapa bulan setelah itu, Vlasic terbang ke Los Angeles untuk pemotretan iklan dengan Adidas. Di sanalah, saat solitude alias menyendiri, ia menemukan pencerahan.
    "Hari terakhir di Los Angels, kami pergi ke Chinatown, dan saya menyetir," ujarnya. "Saya memisahkan diri dari rombongan dan turun di Santa Monica. Saya lari sendirian di pantai. Di tengah perjalanan, tiba-tiba motivasi itu kembali datang. Seperti sebuah sulap. Dan saya katakan 'Ini dia. Saya akan kembali, dan melakukan yang terbaik tanpa melihat pada hasil'," ujarnya mengenang masa kebangkitan tersebut.
    Sejak itulah, latihan mental menjadi porsi terbesar dari penggojlokan dirinya. "Saya merasa terlahir kembali. Jauh lebih termotivasi lagi, dan sungguh lega bisa mengatakan itu setelah hampir sebelas tahun berkarier," katanya.
    Ia pun percaya bahwa penguatan pikiran dan mental justru jadi bagian paling penting dalam perjalanan kariernya. Dan itu terbukti ketika ia berhasil comeback, serta menuai prestasi paling membanggakan: sebagai atlet putri terbaik tahun ini. (Tribunnews/den)

- Pakai Foto Buat Biofile
Blanka Fact
Nama lengkap: Blanka Vlasic
Tanggal lahir: 8 November 1983 (27 tahun)
Tempat lahir: Split, Yugoslavia (sekarang Kroasia)
Kediaman: Split, Kroasia
Tinggi: 1.93 m
Berat: 75 kilogram
Negara: Kroasia
Pelatih: Josko Vlasic, Bojan Marinovic
Prestasi
Kejuaraan Dunia
- Juara satu di Osaka 2007
- Juara satu di Berlin 2009
Olimpiade
- Medali perak di Beijing 2008
Rekor Terbaik
- Outdoor: 2.08 m
- Indoor: 2.06 m

---
- Foto Blanka 1
Tantangan Lewati 2.09 Meter
ADA sebuah tugas besar menanti Blanka Vlasic. Tugas besar itu adalah memecahkan rekor lompat tinggi putri yang saat ini masih dipegang oleh Stefka Kostadinova. Pada 1987 lalu, atlet putri asal Bulgaria itu berhasil melampaui 2.09 meter. Rekor yang terus bertahan sampai sekarang.
    Rekor terbaik Vlasic sendiri adalah 2.08 meter. Hanya terpaut satu sentimeter memang, namun jelas butuh latihan sangat keras, dan juga keberuntungan agar bisa melewati patokan rekor dunia tersebut.
    Saat ini memang, Vlasic --yang sudah bangkit dari frustrasi-- menjadi ratu lompat tinggi. Ia seolah tak punya lagi lawan, dan masih tetap jadi kandidat kuat meraih medali emas di Olimpiade London 2012 nanti.
    Masalahnya, dalam usianya yang sekarang menginjak 27 tahun, Vlasic dinilai tak bisa lagi untuk melompat jauh lebih tinggi. Tak main-main, pendapat itu lahir dari analisis pakar Universal Sport, Dwight Stones.
    "Dalam usia 27 tahun, saya percaya secara teoritis ia sudah mentok, tak bisa melompat lebih tinggi lagi," kata Stones. "Saya percaya, ia telah mengabaikan potensi untuk mencatatatkan rekor lebih baik beberapa tahun ke belakang."
    Vlasic sendiri dengan sengit mementahkan analisis tersebut. Bahkan ia menantang, akan membuktikan dirinya bisa melompat jauh lebih tinggi lagi dari yang diperkirakan para pakar.
    "Saya tak percaya 100 persen dengan teori itu. Saya pikir ini hanyalah masalah seberapa keras kamu berlatih, dan seberapa tepat menu latihan kamu. Ditambah dengan berbagai hal teknis lain. Ini bukan menyangkut usia," ujarnya.
    Jadi, siap untuk melompati 2.09 meter tahun depan? Penuh kepastian, perempuan yang menjulang dengan tinggi 193 meter dan berat 73 kg ini menganggukkan kepala. (Tribunnews/den)

- Foto Blanka 2
Menangis Gara-gara Isu Video Porno
SELAIN tekanan di lintasan atletik, ada hal lain yang sempat membuat Blanka Vlasic frustrasi. tak lain adalah berbagai isu yang menyerangnya dari berbagai sudut, termasuk juga isu tentang video porno miliknya.
    Isu video ini ramai menyeruak beberapa saat sebelum digelarnya kejuaraan dunia indoor di Qatar beberapa waktu lalu --hal yang langsung merusak konsentrasinya.
    Ketika isu itu menghebat, Vlasic sendiri masih belum tahu. Ayahnya yang sekaligus jadi manajer, serta sang pelatih, Josko, menutup informasi soal isu video porno tersebut. Meski akhirnya kabar burung itu sampai juga ke telinga Vlasic.
    "Saya benar-benar stres mendengarnya. Saya menangis seperti bayi selama dua jam. Saya berteriak 'ada apa lagi ini? Apakah saya pernah melakukan itu? Tolonglah, karena saya tak pernah melakukannya?'"," kata Vlasic menirukan jeritan keperihannya saat itu.
    "Sangat menyakitkan ketika ada orang lain di luar sana yang ingin membuatmu malu dan sengsara. Saya sampai berpikir 'jangan-jangan itu memang saya, tapi saya tak sadar ketika melakukannya'. Begitulah, pikiran saya kacau dengan perbuatan yang tak saya lakukan," ujarnya.
    Untunglah, setelah melibatkan pakar multimedia dari Kroasia, terbukti bahwa video porno itu memang bukan dirinya. Dan isu itu pun mereda dengan sendirinya. Namun, Vlasic sudah terlanjur trauma.
    Kini, ia memilih untuk menutup mata dengan segala yang diberitakan media. "Saya terlanjur jadi figur publik. Semua perbuatan saya sepertinya jadi hak orang banyak. Kini, saya tak pedulikan semua itu. Saya hanya ingin jadi diri sendiri. Melakukan apa yang saya inginkan sepanjang hal itu positif. Berjemur di pantai, nonton ke bioskop,  dan tak peduli dengan apa kata koran nanti," ujarnya. (Tribunnews/den)


- Foto Blanka3
Cita-cita Awal: Jadi Sprinter
LAHIR di Split, Kroasia pada 8 November 1983, Blanka Vlasic diwarisi darah biru olahraga. Ibunya, Venera, adalah atlet basket amatir, dan atlet cross country. Sedang ayahnya, Josko Vlasic, atlet decathlon nasional yang pernah memecahkan rekor nasional.
    Sang ayah pula yang sering membawanya ke lintasan atletik. Menyaksikan sang ayah berlatih, Blanka kecil pun terpincut ikut meniru. Namun pilihan utamanya ketika itu adalah menjadi sprinter, yang kemudian menjadi cita-citanya. Saat itu usianya baru enam tahun.
    Dalam perkembangannya, Blanka kemudian mencoba berbagai cabang olahraga lain. Ia jadi atlet basket dan volley ball populer di sekolah karena punya postur paling tinggi.
    Sempat pula ia terpikir untuk menjadi pebasket profesional. Namun, belakangan Blanka merasa dirinya tak cocok dengan olahraga tim, dan cenderung menyukai olahraga individual.
    Sang ayah yang melihat putrinya bingung menentukan pilihan, akhirnya mengarahkannya ke cabang lompat jauh. Tak dinyana, ternyata ia langsung merasa cocok.
    Dan memang di situlah talentanya. Terbukti, pada usia lima belas tahun ia sudah mampu melewati 1.80 meter untuk menjadi juara Kroasia. Setahun kemudian, pada usia 16 tahun ia sudah melewati 1,93 meter, yang mengantarkannya menjadi wakil Kroasia pada Olimpiade. (Tribunnews/den)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar